Pages

Senin, 07 Januari 2013

sebuah kisah tentang pemuda

"belum laki kalau belum pernah ngelakuin ..........."

kata itu adalah kata yang diceritakan seorang teman ketika mengobrol tentang masa lalunya. ya aku dan dia terpaut umur 7-8 tahun sehingga dia bercerita bersemangat menjelaskan masa mudanya. semua yang diceritakan adalah tentang keberanian, kenekatan dan katanya semua itu jika dinalar sekarang adalah sebuah kebodohan. bagaimana tidak cuma untuk membuktikan bahwa dia laki adalah salah satunya dengan kebut kebutan di jalan pegunungan yang berkelok ekstrim dan tanjakan yang curam hanya untuk membuktikan kalau dia hebat. aneh bukan? 
tapi sadarilah jika bukan aneh saja esensi dari kegiatan mereka itu. yang mereka lakukan adalah sebuah cerita tentang keberanian, pengambilan tantangan, dan tentunya tentang pertemanan didalamnya. ya gak mungkin kan dia melakukan itu sendiri tanpa teman. semua hal itu berguna melatih keberanian berani mengambil tantangan dan kedepan dia akan jadi orang yang tidak "lembek"
coba bandingkan dengan pemuda sekarang. mental sudah turun, berani keroyokan, kelakuan gak jelas ya lebih gak jelas daripada pemuda masa lalu. teman hanya untuk bantuan keroyokan. ya tapi masih mending daripada mereka yang lebih individualis, egois dan tidak punya pendirian. mereka yang mementingkan pendidikan tapi meninggalkan kemampuan survive didunia.
pemuda itu dielu elu kan karena semangatnya
pemuda punya kemampuan untuk mengembangkan dirinya
pemuda punya waktu untuk menambah semua pengalamannya
pemuda adalah perubah dunia

Kamis, 06 Desember 2012

teman, aku selalu bangga mengenalmu

suatu hari aku membaca "bangga aku mas mengenalmu" dan dalam posisi orang tersebut berhasil meraih sesuatu. normal sih memang ketika sesorang berhasil dan orang lain yang mengenalnya bilang begitu tapi ada sedikit yang mengganjal akankah kebanggaan kenal seseorang itu ketika dia sedang diatas ? berarti kalau dibawah atau sedang terkena sesuatu jadi menyesal dong? benarkah itu ? dimana esensi teman ? ketika diatas dipuji tapi ketika dibawah dihina dicaci maki. bukankah saatnya kita membantu untuk mengangkatnya.

kembali pada bangga mengenal tadi, apakah hanya beberapa orang yang kita kenal ? apakah hanya mereka yang sedang diatas saja yang kita kenal dan kita banggakan. bukankah masih ada disana orang lain yang kita kenal. apakah dilupakan ? mungkin. karena mereka tak membanggakan. mungkin hanya merepotkan

coba bayangkan ketika mereka diatas dan kita yang dibawah memujinya, akankah semua masih baik baik saja. ya mungkin dia yang sedang diatas cuma ingat kita sebentar "oh iya aku ingat kamu, kita dulu pernah berteman" mungkin hal ini akan berbeda ketika ada seseorang yang sedang dibawah dan kita membantunya naik. apakah yang terjadi ? bisa saja dia akan bilang "hai kamu, untung saat itu kamu ada. kamu membantuku, karena kamu aku begini" jika kalimat itu yang benar benar muncul bukankah akan ada dua perasaan yang muncul. pertama senang karena teman berhasil dan kedua adalah karena keberhasilan kita sendiri untuk membantu dia. perasaan inilah yang akan terbawa selamanya atau setidaknya akan terbawa lebih lama daripada kata "kita pernah berteman"

akhirnya untuk saat ini selalu ucapkan "aku bangga mengenalmu, karena kita berteman, karena kita bersama, karena kita akan mengarungi dunia bersama"

Prasetyo Wahyu, Desember 2012