Pages

Sabtu, 24 November 2012

salah membuat suatu yang bersinar menjadi berwarna


Post ini ditulis dengan penuh kekecewaan karena teman jadi mohon maaf.

Udah berapa tahun kita bersama ? adakah suatu kenangan yang bisa kita ceritakan besok ketika tua, ataukah cuma cerita pendek yang ada ? bukankah kita selalu bersama ? ya ternyata kita bersama Cuma untuk pelarian. Ya itu menurutku melihat kalian ketika Cuma ingin keluar dan itulah kita bersama. Kenapa kukatakan ini? ya jujur aku merasa terbuang. Aku memang jarang terlihat serius bersama kalian tapi ketika aku serius mengeluarkan satu pendapat kalian lebih mengira aku bercanda dan akhirnya melupakan semua kataku. Aku memang paling bodoh dari kalian, dari IPK dan dari kuliah apapun tak ada nilaiku yang lebih baik dari kalian. Jujur aku merasa terbuang. Aku lebih merasa kalau ini Cuma “tim hore” ada ketika senang dan hilang ketika ada masalah. Bahkan saat aku tidak mempedulikan kalian pun kalian tak tahu. Seakan semua masih baik baik saja.

ya mungkin aku yang terlalu banyak berharap. 
aku ingin mencoba pertemanan ini berwarna. kita saling melengkapi. saling ada bahkan ketika tidak ada apa apa. berat ya. ah tidak juga. ini salahku karena sebenarnya kalian adalah orang yang bersinar. sehingga sangat susah ketika kuberi warna dan sinar kalian membiaskan warna tersebut.
aku cuma orang bodoh yang salah bergaul dengan para orang pintar. terbuang dan akhirnya hilang.

Akankah aku yang tak mengerti arti persahabatan ?
atau konsep persahabatanku berbeda?

setidaknya menurutku
"sahabat itu tidak hanya ada ketika sedih atau senang. dia ada meskipun sedang tidak ada apa apa"

intinya sahabat selalu bersama, bukan karena sedih, bukan karena senang. tapi karena kita berteman. kita sudah memutuskan untuk bersama


ya sudahlah, aku yang salah. aku mengharapkan lebih. dan akhirnya tak dapat apapun kecuali kecewa

Senin, 19 November 2012

Dewasa: konsep absurd yang tak ada patennya


Kadang aku merasa bingung, apa arti dewasa itu ? seringnya aku merasa bahwa dewasa itu Cuma pelarian seseorang untuk membenarkan dirinya sendiri. Membatasi diri dengan sebuah pernyataan bahwa “saya tidak melakukan ini karena saya sudah dewasa”atau untuk membodohkan seseorang yang tidak sejalan dengan pikirannya. “heh kamu ingat umur !”. yang jelas semua Cuma omong kosong yang tak berarti. Sekarang siapa yang anak anak ketika dia dapat maasalah dan bilang “ini proses pendewasaan” kemudian dia diam tak melakukan apa apa. Lebih parah lagi “aku sudah dewasa” kemudian dia melakukan apapun yang dia inginkan seperti merokok, mabuk dan banyak lainnya. Kedewasaan Cuma topeng. Cuma tempat bersembunyi orang yang tak mau disalahkan. Tak mau berusaha dan mengerti. Inilah kedewasaan semu milik anak muda jaman sekarang. Yang muda hilang semangatnya. Sok tua tanpa merasakan semua fase kehidupan.
HEY GROW UP boy !
Hah aku tumbuh ?
Aku masih anak anak ?
Apa ku yang anak anak ? tingkahku ?
Aku yang tidak dewasa atau kalian yang cuma bertopeng kedewasaan ?
Ya inilah inti dari kenapa aku menulis tentang kedewasaan ini. semua omong kosong, semua cuma bualan seorang yang iri. Banyak yang bilang aku belum dewasa tapi kalian sendiri tak bisa mendefinisikan pasti kedewasaan. Sekarang apa sisi kekanak kanakanku yang merugikan kalian ? aku cuma mengekspresikan diriku. Aku iseng, aku bertingkah aneh ini hanya untuk memecah kedewasaan membosankan kalian. Sok diam. Sok mikir diri sendiri. Kehidupan sosial yang morat marit.
Sekarang pernahkah kalian melihat aku asal menentukan keputusan? Pernahkan aku menangis karena tidak dapat barang yang ku inginkan, sepertinya tidak pernah. Kedewasaan itu berpikir, bukan cuma tingkah laku. Bukan sekedar topeng yang cuma untuk pembelaan..
Pikirkan itu
Dan rasakan kalau dewasa itu tak ada